Thursday, 29 November 2012

Tanya Jawab Mengenai Khitan


Banyak orangtua yang datang ke praktik saya merasa bingung oleh aneka informasi yang mereka dengar mengenai sunat, yang terkadang saling bertentangan. Hal itu membuat mereka khawatir dan ragu-ragu ketika harus memutuskan berbagai hal yang berkenaan dengan penyunatan anak mereka. Untuk memudahkan Anda memahami beberapa informasi penting mengenai sunat, berikut saya sajikan tanya-jawab yang paling umum:
'Just Checking' photo (c) 2008, Ran Yaniv Hartstein - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/

Kapan waktu terbaik untuk menyunatkan anak?

Waktu yang terbaik tentu saja adalah sebelum anak mencapai aqil baligh (pubertas), karena itulah yang disyaratkan oleh agama. Namun, kapan tepatnya di antara periode yang panjang itu tergantung pada banyak pertimbangan. Sunat bukanlah bedah biasa, namun terkait dengan aspek budaya dan agama. Waktu untuk menyunat anak bervariasi di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda. Pada kelompok tertentu seperti masyarakat Sunda, sunat umumnya dilakukan pada bayi atau balita. Pada kelompok masyarakat lain, sunat dilakukan pada usia yang lebih tua.
Dari segi medis, anak dapat disunat kapan saja, dari baru lahir sampai dewasa. Pengecualian mungkin hanya pada bayi prematur atau bayi yang memiliki masalah kesehatan tertentu sehingga harus menunggu sampai siap. Anak yang memiliki kondisi seperti fimosis, hidrokel, dll yang mengganggu mungkin harus segera mendapatkan perawatan, yang mungkin sekaligus mencakup penyunatan. Anak yang memiliki kelainan anatomi seperti batang penis abnormal pendek, uretra terlalu besar (megalouretra), hipospadia,epispadia dll, sebaiknya tidak disunat tanpa pertimbangan dari dokter urologi pediatrik/ dokter urologi/ dokter anak.
Selain aspek budaya, agama dan medis, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah aspek psikologis anak. Pada anak yang lebih besar, sebaiknya penyunatan dilakukan ketika mereka sudah siap sehingga bersedia menjalaninya secara sukarela. Orangtua perlu melakukan pendekatan yang persuasif untuk mengkondisikan anak. Bila penyunatan dilakukan secara paksa, mereka dapat memiliki trauma psikologis yang mungkin berdampak jangka panjang.

Adakah potensi risiko sunat?

Meskipun merupakan bedah sederhana yang sangat umum, sunat bukanlah tanpa risiko. Seperti halnya pembedahan lain, sunat memiliki sejumlah risiko komplikasi yang perlu Anda pahami dan waspadai sebagai orangtua. Sebagian besar komplikasi yang terkait dengan sunat adalah perdarahan, infeksi, dan kegagalan menghilangkan jumlah kulup yang cukup.
Komplikasi yang paling umum adalah stenosis meatus, yaitu penyempitan pembukaan uretra (meatus uretra). Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pembengkakan dan iritasi meatus yang menyebabkan pertumbuhan jaringan abnormal dan jaringan parut di pembukaan uretra. Penyebab lainnya adalah benturan pada luka sunat yang merusak arteri frenular, menyebabkan penggumpalan darah yang menyumbat meatus uretra. Arteri fernular adalah pembuluh yang memasok darah ke frenulum, membran yang melampirkan kulup ke kepala dan batang penis. Arteri frenular-lah yang menyebabkan perdarahan ketika kulup dipotong dalam prosedur sunat konvensional. Anak yang memiliki stenosis meatus biasanya merasa kesulitan dan sakit ketika memulai buang air kecil dan pancaran urinnya mungkin sempit dan memancar. Masalah ini biasanya menghilang sendiri dalam beberapa hari atau minggu. Untuk mencegahnya, luka sunat harus diupayakan tetap terlindungi sampai kering.
Komplikasi yang lebih serius, namun sangat jarang terjadi, adalah necrotizing fasciitis (kematian jaringan kulit penis bagian dalam oleh bakteri), fistula uretra (saluran uretra membengkok abnormal), amputasi penis parsial, dan nekrosis penis (kematian jaringan penis).

Metode sunat apa yang paling baik?

Setiap metode sunat memiliki kelebihan dan kekurangannya. Semakin “canggih” metode, semakin aman dan cepat prosedurnya, namun juga semakin mahal biayanya. Selain itu, tidak semua metode tersedia di semua tempat di Indonesia. Metode yang “canggih” biasanya hanya tersedia di kota-kota besar. Berikut adalah tiga metode sunat yang paling banyak digunakan saat ini, dari yang paling sederhana sampai yang paling “canggih”:

1. Metode konvensional

Ini adalah metode yang paling umum dan tersedia luas di Indonesia, baik dilakukan oleh dokter, mantri atau juru sunat. Dalam metode ini, pemotongan kulup dilakukan secara manual dengan gunting atau pisau bedah. Prosedurnya dapat memakan waktu 30-45 menit yang diikuti dengan jahitan untuk menutup pembuluh darah dan menahan jaringan. Pasien disarankan untuk beristirahat sekurang-kurangnya 4 hari sebelum dapat beraktivitas.
Metode konvensional menghasilkan potongan kulup melingkar penuh (sirkumsisi) atau hanya pada bagian atas kulup di mana bagian bawahnya tetap dipertahankan seperti “jengger” (dorsumsisi).

2. Metode cauter

Metode ini sering disebut oleh masyarakat sebagai “metode laser”. Padahal, itu adalah istilah yang salah kaprah karena tidak ada laser yang digunakan. Untuk memotong kulup, dokter dalam metode ini menggunakan cauter atau electric cauter, alat potong yang memanfaatkan panas listrik di ujungnya (seperti solder dalam praktik elektronika). Pemanfaatan panas menyebabkan hampir tidak ada perdarahan karena pembuluh darah tertutup oleh luka bakar presisi yang dibuat dengan cauter. Prosesnya juga relatif lebih cepat. Namun, seperti halnya metode konvensional, pasien masih membutuhkan jahitan dan perban untuk menutup luka.

3. Metode smart klamp

Ini adalah metode terbaru yang paling aman dan cepat. Dalam metode ini, sebuah tabung sekali pakai diselubungkan ke penis. Kulup yang akan dipotong diklem (dijepit) pada perbatasan batang dan kepala penis, lalu dipotong dengan pisau bedah mengikuti alur yang sudah dibuat sebelumnya menggunakanmarker. Perdarahan tidak terjadi karena pembuluh darah tertutup oleh klem. Jahitan dan perban juga tidak diperlukan karena klem akan terus berada ditempatnya sampai luka mengering (biasanya pada hari keempat). Pasien dapat langsung beraktivitas setelah prosedur selesai.
Dari pengalaman saya, ini adalah prosedur yang paling memuaskan bagi para orang tua, terutama karena memberikan hasil yang konsisten dan rapi secara kosmetik. Potongan kulup sangat rapi (“seperti buatan pabrik”), karena adanya tabung yang berfungsi sebagai tatakan pada saat pemotongan kulup.

6 Alasan Mengapa Pria di Sunat


Sunat atau khitan adalah memotong sebagian atau seluruh kulit selubung kepala penis (kulup), sehingga kepala penis dapat terbuka.
Berikut adalah alasan mengapa pria disunat:
1. Tradisi Agama
Sunat bagi laki-laki sebelum menginjak pubertas adalah tradisi dalam agama Islam, Yahudi dan sebagian kelompok agama Kristen.
2. Fimosis
Fimosis terjadi ketika kulup menyempit sehingga hampir tidak dapat ditarik melalui kepala (glans) penis. Fimosis bisa bawaan atau disebabkan oleh infeksi berulang pada kulit. Pada anak-anak di bawah lima tahun adalah normal bila kulup tidak (sepenuhnya) dapat ditarik. Biasanya kulup secara alami menjadi lebih longgar dan lemas seiring pertambahan usia. Bila setelah umur 5 tahun kulup masih lengket maka dapat menyebabkan masalah karena glans di bawahnya tidak dapat dibersihkan sehingga menimbulkan akumulasi smegma (kotoran). Hal ini dapat menimbulkan inflamasi, infeksi dan kesulitan buang air (kencing). Pada pria yang lebih dewasa, fimosis bisa menimbulkan sakit saat ereksi dan hubungan seksual.
3. Parafimosis
Jika kulup dapat ditarik namun tidak dapat dikembalikan ke posisi semula maka disebut parafimosis. Parafimosis disebabkan oleh peradangan dan penyempitan kulup. Dokter mungkin dapat mengembalikan kulup untuk kembali menutupi glans penis. Bila masalahnya menetap, maka harus disunat.
4. Peradangan Kepala Penis (Balanitis)
Penyakit ini dapat disebabkan oleh kebersihan yang buruk atau karena kesulitan membersihkan smegma akibat fimosis. Penggunaan sabun yang salah juga dapat menyebabkan iritasi dan memperparah peradangan.
5. Alasan Kesehatan
Di negara maju mayoritas non-muslim seperti Amerika Serikat, sunat dianjurkan karena alasan kebersihan dan untuk mencegah infeksi saluran kemih dan kanker serviks. Penis yang disunat menghasilkan smegma lebih sedikit atau tidak ada sama sekali sehingga lebih mudah dijaga kebersihannya.
6. Alasan Seksual
Alasan utama sunat dari sisi seksual adalah ejakulasi prematur dan kulup terlalu panjang. Kulup yang terlalu panjang mempengaruhi pengalaman seksual karena glans penis tidak terstimulasi secara langsung selama hubungan intim. Sunat membentuk lapisan pelindung di atas glans sehingga agak mengurangi sensitivitasnya. Bagi orang yang memiliki masalah ejakulasi dini (ejakulasi terlalu cepat), sunat bisa menjadi solusi.

Manfaat Sunat Untuk Malam Pertama

SIRKUMSISI atau sunat memberikan banyak manfaat bagi Mr P. Mulai dari menurunkan risiko kanker prostat hingga menghindari terjadinya lecet pada pangkal kulup ketika penetrasi untuk pertama kali.

Banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan Mr P. Salah satu gangguan dapat terjadi ketika Mr P yang tidak disirkumsisi menjalani penetrasi untuk pertama kali.

Salah satu manfaat sirkumsisi dengan menghindari terjadinya lecet pada kulup Mr P saat penetrasi pertama, terlebih ketika Miss V belum terlubrikasi secara sempurna.

"Suami yang kulup Mr P-nya tidak disunat, sering menjadi penghalang dalam bersanggama perdana. Saat Mr P ereksi sempurna, kulit kulup tertarik melebihi toleransinya saat penetrasi ke liang Miss V. Apabila penetrasi ini macet akibat istri belum siap seks yang ditandai lubrikasi pada Miss V belum sempurna, bisa terjadi perdarahan lecet di pangkal kulit kulup," tutur Dr. Handrawan Nadesul dalam bukuKiat Sehat Pranikah.

Sumber: Okezone

Thursday, 15 September 2011

Circumsision

How do I decide about circumcision?

Deciding whether to have your newborn son circumcised may be difficult. You will need to consider both the benefits and the risks of circumcision. Other factors, such as your culture, religion and personal preference, will also affect your decision.

The information about circumcision in this handout may help you make your decision. After you have read the handout, talk with your son's doctor about any concerns you have. The decision about whether to have your son circumcised should be made before your baby is born.

What is circumcision?

During a circumcision, the foreskin, which is the skin that covers the tip of the penis, is removed. Circumcision is usually performed on the first or second day after birth. It becomes more complicated and riskier in infants older than 2 months and in boys and men. The procedure takes only about 5 to 10 minutes. A local anesthetic (numbing medicine) can be given to your baby to lessen the pain from the procedure.

Are there any benefits from circumcision?

Studies about the benefits of circumcision have provided conflicting results. Some studies show certain benefits, while other studies do not. The American Academy of Pediatrics (AAP) says the benefits of circumcision are not significant enough to recommend circumcision as a routine procedure and that circumcision is not medically necessary. The American Academy of Family Physicians believes parents should discuss with their son's doctor the potential benefits and the risks involved when making their decision.


Wednesday, 4 May 2011

Sunat lebih nyaman dengan Smart Klamp



Sunat atau khitan pada laki-laki merupakan proses membuang kulit kulup yang terletak pada ujung kepala penis (gland penis). Tujuan utama dari sunat sendiri adalah untuk membersihkan diri dari kotoran serta penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis.
Bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia, sunat merupakan kewajiban bagi setiap laki-laki khususnya kaum muslim. Salah satu metode yang masih banyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya adalah sunat konvensional,  di mana proses pemotongan kulit kulup dilakukan secara manual dan memakan waktu 30-45 menit.
Namun cara ini cenderung tidak praktis dan memakan waktu yang cukup lama. Dengan adanya inovasi baru bernama smart klamp, pelaksanaan sunat terutama pada pasein anak-anak menjadi sangat praktis dan mudah. Kelebihan lainnya, pasien tak perlu lagi membutuhkan waktu berlama-lama untuk beraktivitas pasca melakukan sunat.

Monday, 4 April 2011

Pengaruh sunat pada hubungan seks


TANYA :
Dok, saya ingin bertanya tentang sunat. Saya bingung dengan proses disunat, bagian kulit mana yang dipotong? Apakah setelah disunat akan dijahit? Saya sendiri tidak disunat dan akan segera menikah. Apakah kondisi tidak disunat pada penis saya akan berpengaruh terhadap hubungan seks nantinya? Thanks sebelumnya, dok....  
Agus 24, Jakarta

JAWAB :
Pada tindakan sunat, yang dipotong adalah kulit penutup bagian kepala penis (preputium). Tentu saja setelah dipotong, area itu akan dijahit kembali. Dari sudut kesehatan, ada hal yang harus diperhatikan mengenai preputium, yaitu apakahpreputium dapat dibuka atau ditarik ke belakang atau tidak.

Tuesday, 11 January 2011

Bila si kecil harus segera di sunat


 "Lubang penis anak saya kecil sekali sehingga dia selalu menangis kesakitan setiap kali mau kencing. Kata dokter anak saya, dia harus segera disunat. Tapi, saya masih ragu, apa benar disunat merupakan satu-satunya jalan untuk menyembuhkan kelainannya, sementara dia masih kecil. Menurut Anda bagaimana, Dok?" tanya Ibu Tine, yang berkonsultasi untuk mencari pendapat kedua tentang kasus anaknya.
"Sunat memang harus segera dilakukan bila ditemukan kelainan pada organ kelamin anak walaupun si anak masih berusia balita," kata dr Supriadi Handoko, spesialis bedah umum RS Internasional Bintaro.

Sunat bertujuan menjaga agar glans atau kepala penis serta lehernya tetap bersih. "Sunat dikatakan baik dan bersih bila glans penis tidak lagi tertutup preputium, yaitu kulit yang menutupi kepala penis," dr Supriadi menjelaskan.

Blog Ping